2 Apr 2011

Hewan-hewan Terbang Tak Bersayap

Di bawah ini, akan saya sajikan berbagai hewan dari kelas, mamalia, reptil, amphibi, hingga pisces yang berkemampuan "Terbang". Akan tetapi, terbang disini bukanlah terbang selayaknya burung, melainkan gerakan melompat yang tingkat jarak yang dicapai cukup tinggi.
Silahkan Disimak
ULAR TERBANG
Ular Terbang - Chrysopelea


Ular Terbang
Ular Terbang
Chrysopelea, atau lebih dikenal sebagai ular terbang, adalah genus yang masuk ke dalam famili Colubridae. Ular terbang adalah binatang yang beracun, meskipun mereka dianggap tidak berbahaya karena racunnya tidak berbahaya bagi manusia. Habitat mereka terletak di Asia Tenggara,kepulauan Melanesia,dan India.Chrysopelea dikenal sebagai ular terbang, namun hal ini tidak tepat, karena ular-ular tersebut sebenarnya tidak terbang, melainkan meluncur atau melompat. Ular terbang adalah hewan yang diurnal, sehingga mereka berburu pada siang hari. Hewan buruan mereka adalah kadal, kodok, burung dan kelelawar.

TUPAI TERBANG

Tupai Terbang
Tupai Terbang
Tupai Terbang
Flying squirrel (tupai terbang) punya kemampuan unik yang istimewa. Ia adalah satu-satunya jenis tupai yang bisa melayang di udara. Keistimewaan ini didukung perangkat “glider” berupa lapisan kulit di sisi kiri dan kanannya yang menghubungkan kaki depan dan belakangnya. Saat si tupai meregangkan keempat kakinya, lapisan kulit ini pun terkembang bagai sayap parasut, yang membuatnya mampu melayang di udara. Tupai terbang begitulah ia disebut, selalu menggunakan keistimewaan ini sepanjang hidupnya. Digunakan untuk berpindah tempat dari satu pohon ke pohon yang lain. Lalu ekornya yang cenderung lepes menjadi kendali prima arah penerbangannya. Gaya terbang khasnya bukanlah lurus segaris tapi membuat gerakan nyaris melengkung. Polanya, setelah melompat dari satu pohon ia membuat satu “tukikan” lalu melayang lurus, barulah membuat gerakan naik dan hup… mendarat di sasaran dengan menancapkan “roda pendarat” berupa cakar kuat yang tajam di keempat kakinya! Fantastik! Decak kagum peneliti untuknya. Catatan rekor ketinggian terbang si tupai penghuni belantara Asia, Eropa, dan Amerika Utara ini dibukukan setinggi hampir 50 meter.

KATAK TERBANG

Katak Terbang
Katak Terbang
Katak Terbang
Bukan seperti katak biasanya, mungkin Rhacophorus nigropalmatus merupakan katak paling dramatis saat ini, katak terbang/flying frog begitulah namanya, hidup di atas pohon dan hanya turun ke permukaan tanah untuk melakukan perkimpoian. Juga dikenal dengan nama Wallace’s flying frog. Flying Frog hidup di atas pohon di dalam hutan tropis yang lembab, tersebar di wilayah malaysia dan kalimantan(borneo).
1. Hidup dihabiskan sepanjang hari di atas pepohonan di dalam hutan tropis
2. Katak ini mampu terbang dari satu pohon ke pohon lain, catatan jarak terjauh adalah 15 meter.
3. Ironisnya, sebagian Katak ini memilih untuk berkimpoi di kubangan badak asia yang terancam punah, sehingga hal ini juga mengganggu populasi katak ini.


IKAN TERBANG
Ikan Terbang
Ikan Terbang
Ikan Terbang
Ikan Terbang

Exocoetidae atau ikan terbang adalah familia ikan laut yang terdiri atas sekitar 50 spesies yang dikelompokkan dalam 7 hingga 9 genera. Ikan terbang ditemukan di semua samudra utama, terutama di perairan tropis dan subtropis di samudera Atlantik, Pasifik dan Hindia. Ciri utamanya yang paling menonjol adalah sirip dadanya yang besar, memungkinkan ikan ini meluncur terbang secara singkat di udara, di atas permukaan air, untuk lari dari pemangsa. Peluncuran mereka biasanya sejauh sekitar 50 meter, namun mereka dapat menggunakan dorongan pada tepi gelombang hingga dapat mencapai jarak setidaknya 400m. Mekanisme bagaiman ikan ini bisa terbang juga sederhana saja. Awalnya mereka akan berakselerasi di dalam air hingga mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. Sekali mereka melompat di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan ekornya untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah. Pada beberapa spesies ikan terbang sayap di bagian dadanya juga dibantu sayap di bagian belakangnya, sehingga jenis yang bersayap empat ini lebih hebat beratraksi di udara. Meski kemampuan terbangnya tidak jauh, ikan terbang bisa melakukan terbang bersama, dengan membentuk formasi unik untuk menempuh jarak hingga 400 meter.

CICAK TERBANG - CEKIBAR

Cicak Terbang
Cicak Terbang
Cekibar adalah jenis cecak terbang yang kerap dijumpai di Jawa. Kadal ini dikenal dengan nama ilmiah Draco volans Linnaeus, 1758. Nama lokalnya di antaranya adalah cekibar (Betawi), hap-hap (Sunda), dan celeret gombel atau klarap (Jawa). Dalam bahasa Inggris disebut gliding lizards atau flying dragon.
Hewan ini menyebar mulai dari Thailand dan Semenanjung Malaya di barat; Kepulauan Filipina di utara; Sumatra, Mentawai, Riau, Natuna, Borneo, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Maluku di timur. Cekibar biasa didapati di pekarangan, kebun, hutan sekunder. Kerap kali hewan ini teramati sedang berburu serangga di pepagan hingga ke cabang-cabang pohon. Terkadang cekibar berpindah tempat dengan cara ‘terbang’, yakni meloncat dan melayang dari satu pohon ke lain pohon.
Pada musim kimpoi, kerap dijumpai beberapa ekor jantan berkejaran dengan betinanya di satu pohon yang sama. Menyimpan telur di dalam tanah gembur atau humus di dekat pangkal pohon; betinanya menggali tanah dengan menggunakan moncong.
LEMUR TERBANG - KUBUNG
Lemur Terbang
Lemur Terbang
Lemur Terbang
Lemur Terbang

Kubung (bahasa Inggris: colugo) adalah hewan nokturnal sejenis tupai yang terdapat di Asia Tenggara. Nama ilmiahnya Cynocephalus variegatus, dan termasuk dalam ordo Dermoptera. Hewan ini memiliki kulit tipis elastis yang terdapat pada sekitar kedua kakinya, sehingga ia mampu melayang dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Dalam bahasa Inggris, kubung dikenal juga dengan cobego atau flying lemur. Meskipun disebut dengan lemur yang dapat terbang, kubung bukanlah lemur dan tidak memiliki kemampuan terbang. Kubung termasuk herbivora, ia makan tumbuh-tumbuhan seperti daun, sayuran, bunga, dan buah. Di daerah Rejang, suara kubung yang terdengar di sekitar pemukiman desa, dianggap pertanda akan ada penduduk sekitar desa tersebut yang akan meninggal dunia. Sampai sekarang, mitos tersebut masih dipercaya oleh sebagian besar suku Rejang.
Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Kunjungan Anda
Komentar Anda sangat Berarti Buat Kami
No Porno, No Sara...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...